Sejak awal Ramadhan tiap hari Senin malam Selasa hingga malam hari ini Senin (16/03/2026) yang merupakan hari terakhir ngaji bulan Ramadhan, suasana pengajian madih dipenuhi denyut semangat keilmuan dan ibadah.
Bertempat di Masjid Baiturrahman desa Mlatirejo Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini di sambut antusias oleh warga masyarakat desa yang berbondong-bondong hadir mengikuti majelis ilmu sepanjang Ramadhan.
Pengajian tersebut menjadi ruang spiritual sekaligus intelektual yang menghidupkan tradisi di desa Mlatirejo.
Sejumlah kitab klasik yang dikaji meliputi Hukukul Madaniyah, Safinatus Sholah, Tafsir Jalalain, Bidayatul Hidayah, Lubabul Hadits, Taisirul Kholaq, hingga Uqudul Jain.
Melalui kajian tersebut, para warga masyarakat tidak hanya memperdalam pemahaman fikih dan akhlak, tetapi juga menimba hikmah tafsir serta nilai-nilai moral yang menjadi fondasi kehidupan seorang muslim.
Ketua Ranting NU desa Mlatirejo, Bapak Suratmin dalam arahannya menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum penting untuk melakukan pengendalian diri dan introspeksi batin.
Ia menjelaskan bahwa bulan suci adalah madrasah spiritual yang membentuk pribadi lebih sabar, ikhlas, dan bertakwa.
“Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menggali potensi diri, meningkatkan ketakwaan, sekaligus memperbaiki hubungan dengan sesama. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat ibadah, memperhalus akhlak, dan menata kembali kehidupan agar lebih dekat kepada Allah SWT,” tutur Bapak Suratmin dalam nasihatnya yang disampaikan di hadapan para jamaah Pengajian.
Antusiasme Jamaah terlihat jelas setiap Senin malam Selasa lokasi pengajian di Masjid selalu dipenuhi warga Masyarakat yang duduk rapi menyimak kajian dengan penuh khidmat.
Kehadiran warga masyarakat sekitar turut menambah semarak majelis ilmu yang terasa hangat, religius, dan sarat nilai keberkahan Ramadan.
Mas Danar selaku anggota panitia acara pengajian bulan Ramadhan, menjelaskan bahwa kegiatan mengaji selama Ramadhan menjadi kesempatan berharga untuk pendalaman ilmu agama.
“Saya sangat senang bisa menjadi bagian pada acara kegiatan pengajian tersebut dan dapat mengikuti pengajian tersebut. Dengan begitu saya dapat menambah ilmu agama melalui kegiatan positif seperti ngaji selama bulan Ramadhan,” ungkapnya, seraya berharap kegiatan tersebut terus berlangsung secara rutin di setiap bulan Ramadhan karena kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.
Kyai Sunardi selaku Takmir masjid Baiturrahman desa Mlatirejo sekaligus sebagai ketua Panitia Pengajian menambahkan “Kami berharap rangkaian kegiatan Ramadhan ini tidak hanya memperkuat semangat ibadah, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial serta membentuk generasi masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan siap memberi manfaat bagi masyarakat lainya,” imbuhnya. (Danar,S.Pd)